Sabtu, 12 Juni 2010

alhamdulillah asekasek !

pertama-tama gue mau ngomong maaf dulu baru sempet update postingannya sekarang, abis ga sempet ya biasalah sibuk wakaka

dari mulai ngurusin SMA, perpisahan + wisuda ( asik gue udah diwisuda yippi :p ) sekolah gue, perpisahan sekolah nyokap, tes2 di LIA and many more --> sok sibuk bet dah gue haha :D
tapi beneran deh, gue aja capek tapi ada senengnya juga.
eh eh alhamdulillah gue lolos di SMAN 81 Jakarta lho. setelah sekian lama perjuangan gue dari mulai tes berkas, trus tes akademik -> 5 mapel ( IPA,IPS,B.Indonesia,B.Inggris,and the last ii.....ss MATEMATIKA hahaha my favorite subject !!
pas gue jalanin sih kayaknya susaaaah banget tapi gatau nya gue lolos seleksi haha alhamdulillah banget deh.
waktu mapel ujiannya IPS ada anak di kelas gue cewe nih, ngerjain soal IPS sebanyak 50 soal cuma dalam waktu setengah jam !! ohmigot.. ah gellaaa.. ( pak allo style )
tadinya sih gue ga yakin, cuma pas temen sebelahnya nanya dia udah selese atau belom eh dia mengangguk dengan mantapnya ckckck
tadinya dari sekolah gue ada 5 orang yang daftar kesana dan semua lolos tes berkas, tapi pas tes akademik yang lolos cuma 2 orang. alhamdulillah sih gue termasuk dari 2 orang itu tapi gue pengennya semuanya masuk jadi kita barengbareng, tapi kenyataan berkata lain (wkwk lebenya)
gue tinggal berdua, dan tes yang harus dijalani berikutnya adalaah (jeng..jeng) psikotes, komputer dan wawancara dalam bahasa inggris.
sebenernya kalo tes yang ini gue ga terlalu worried sih tapi setelah gue menjalani psikotesnya..
gue mulai worried masalahnya tes nya itu ternyata kita ngerjain berpacu dengan waktu.
pas pertama gue ngerjain gue santai tuh eh ternyata tiba2 pengawasnya bilang "STOP" ! kan kaget gue, langsung aja buru2 gue, pas soal2 berikutnya ga lagi lagi deh gue santai2.
soal psikotes yang paling gue suka saat ada soal hitungmenghitung (biasa pasti matematika wakaka) meskipun 50 soal tapi gue suka (banget malah). alhamdulillah gue bisa ngerjain sebanyak 50 soal (berarti semuanya itu).
gue sih pengennya soal itung2an semua haha. ada soal gambar2 gitu susaaaah banget, beberapa soal gue jawab ASAL-ASALAN haha abis gue kagak tau + kagak ngarti juga wakaka
tapi alhasil gue LULUS dan RESMI menjadi siswi SMAN 81 negeri Jakarta (lengkap bet dah ah)
said ALHAMDULILLAH !!
disana gue juga udah ketemu temen banyak, namanya azzura juga lagi wakaka parah tapi dia sih maunya dipanggil meutia aja, trus juga ada salsa, trus ada juga 2 lagi tapi gue lupa namanya (hehe maap ya kawan)
dan senengnya si meutia lolos juga, jadi nanti masuk gue ada temennya deh haha
ga sabar pengen mos tapi gue ga mau cepet2 masuk SMA ! huh
ya gue cuma bisa berharap aja sekarang, semoga kakak kelas disana baik2 amiiin Ya Allah

hhh bener2 senangnya hatiku semoga itu sekolah yang terbaik buat gue deh amin dan semoga gue bisa menuai (padi kali dituai) prestasi disana :))

Sabtu, 09 Januari 2010

asal usul cokelat

Cokelat adalah sebutan untuk makanan yang diolah dari biji kakao.
Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian. Bahkan sebagai pernyataan cinta.
Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia, selain sebagai cokelat batangan yang paling umum dikonsumsi, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.
Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.
Residu cokelat yang ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran. Cara menyajikannya pun tak sembarangan. Dengan memegang wadah cairan ini setinggi dada dan menuangkan ke wadah lain di tanah, penyaji yang ahli dapat membuat busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini sebenarnya dihasilkan oleh lemak kokoa (cocoa butter) namun terkadang ditambahkan juga busa tambahan. Orang Meso-Amerika tampaknya memiliki kebiasaan penting minum dan makan bubur yang mengandung cokelat. Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperolah. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM - 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl juga dipercaya sebagai pencegah lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan theobromin didalamnya.
Ketika peradaban Maya klasik runtuh (sekitar tahun 900) dan digantikan oleh bangsa Toltec, biji kokoa menjadi komoditas utama Meso-Amerika. Pada masa Kerajaan Aztec berkuasa (sampai sekitar tahun 1500 SM) daerah yang meliputi Kota Meksiko saat ini dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya akan biji kokoa. Bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah.
Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang. Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa dan satu buah alpukat seharga tiga biji kokoa.
Sementara tahun 1544 M, delegasi Maya Kekchi dari Guatemala yang mengunjungi istana Spanyol membawa hadiah, di antaranya minuman cokelat.
Cokelat cair.
Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang. Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657.
Di tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika dan awalnya diminum oleh suku apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara.
Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa membuang hampir semua rempah-rempah yang ditambahkan oleh orang Meso-Amerika, tetapi sering mempertahankan vanila. Juga mengganti banyak bumbu sehingga sesuai dengan selera mereka sendiri mulai dari resep khusus yang memerlukan ambergris, zat warna keunguan berlilin yang diambil dari dalam usus ikan paus, hingga bahan lebih umum seperti kayu manis atau cengkeh. Namun, yang paling sering ditambahkan adalah gula. Sebaliknya, cokelat Meso-Amerika tampaknya tidak dibuat manis.
Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang sama dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Bahkan sampai sekarang, cara Meso-Amerika kuno masih dipertahankan, tetapi di dalam mesin industri. Biji kokoa masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dimainkan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air (dutched, metode emulsifikasi yang ditemukan orang Belanda), lemaknya dikurangi dengan membuang banyak lemak kokoa (defatted), digiling sebagai cairan dalam gentong khusus (conched), atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).
Cokelat mengandung alkaloid-alkaloid seperti [[teobromin]], fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut ilmuwan cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan tekanan darah . Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan promosi karena menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, termasuk kandungan anti oksidannya yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh.

perkenalan

kenalin diri dulu ah.. nama aku (sok imut) azura atau bisa dipanggil dilla.. hobby aku main, nulis, kalo olahraganya paling suka berenang..aku sangat suka matematika..orang-orang bilang sih matematika itu susah,ngebosenin,bete-in,ribet,dan segala macam lah! tapi sebenernya gga juga ah..kuncinya tuh cuma banyak berlatih,ada kemauan, gga males, yah cukuplah..oia, dan jangan mudah menyerah..coba lagi coba lagi.. aku punya adek 1 namanya ihsan dan gga punya kakak..cukup ngebosenin punya adek cowo gga punya kakak..huh
apalagi ya?? oia, sekolah di SMPN 236 jakarta..gue sangat suka winnie the pooh.. itu loh tokoh kartun yang suka bawabawa madu.. pipinya ngegemesin bangeeet..
kayaknya itu ajah deh..
informasi lebih lanjut tanya aja sama orangnya :)